JUBIRTVNEWS.COM – Memasuki bulan suci Ramadan, perubahan pola aktivitas menjadi hal yang tak terhindarkan. Waktu tidur bergeser karena harus bangun lebih awal untuk sahur, sementara jam istirahat malam sering kali berkurang akibat ibadah tarawih atau aktivitas lainnya.
Di sisi lain, tanggung jawab pekerjaan tetap berjalan normal dengan target dan tenggat waktu yang tidak berubah.
Kondisi tersebut membuat banyak pekerja harus beradaptasi agar tetap fokus dan bertenaga sepanjang hari meski sedang berpuasa. Jika tidak diatur dengan baik, kelelahan fisik bisa berdampak pada konsentrasi, suasana hati, hingga performa kerja.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kebutuhan tubuh atau work life balance menjadi kunci agar Ramadan tetap produktif sekaligus bermakna.
Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan agar tetap produktif saat bekerja tanpa kehilangan energi selama menjalani puasa:
1. Perhatikan Kualitas Sahur, Bukan Sekadar Kenyang
Sahur memiliki peran penting sebagai sumber energi utama selama berpuasa. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal yang mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tambahkan protein dari telur, ayam, tahu, atau tempe untuk membantu menjaga stamina. Sertakan pula sayur dan buah agar kebutuhan serat terpenuhi. Mengurangi konsumsi makanan terlalu manis dan berminyak juga penting agar tubuh tidak cepat merasa lemas atau mengantuk saat bekerja.
2. Susun Prioritas Kerja Sejak Awal Hari
Waktu pagi hingga menjelang siang umumnya menjadi periode paling optimal untuk bekerja saat puasa. Energi masih relatif stabil dan konsentrasi belum terlalu menurun. Manfaatkan waktu ini untuk menyelesaikan tugas-tugas penting atau pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi.
Sementara pekerjaan yang lebih ringan bisa dialihkan ke sore hari. Dengan manajemen waktu yang tepat, beban kerja terasa lebih terkendali dan tidak menumpuk menjelang akhir jam kantor.
3. Manfaatkan Waktu Istirahat Secara Efektif
Alih-alih menggunakan waktu istirahat untuk aktivitas yang melelahkan, cobalah melakukan power nap sekitar 15–20 menit guna memulihkan energi. Jika tidak memungkinkan untuk tidur, lakukan peregangan ringan atau berjalan santai agar peredaran darah tetap lancar. Mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan saat istirahat juga dapat membantu mata dan pikiran lebih rileks sebelum kembali bekerja.
4. Kurangi Aktivitas Tambahan yang Tidak Mendesak
Selama Ramadan, penting untuk lebih selektif dalam mengambil pekerjaan tambahan atau lembur yang tidak terlalu mendesak. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan pola makan dan tidur.
Mengatur ritme kerja agar tetap seimbang akan membantu menjaga stamina hingga waktu berbuka. Jika memungkinkan, komunikasikan dengan atasan atau tim terkait penyesuaian jadwal agar tetap realistis.
5. Penuhi Kebutuhan Cairan Setelah Berbuka
Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama rasa lelah saat puasa. Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur. Terapkan pola minum bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, dua gelas setelah makan malam, dan dua gelas saat sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat memicu rasa haus di siang hari.
6. Jaga Keseimbangan Emosi dan Kesehatan Mental
Puasa juga melatih kesabaran dan pengendalian diri. Tekanan pekerjaan yang muncul sebaiknya dihadapi dengan komunikasi yang baik serta pengaturan ekspektasi yang realistis. Luangkan waktu untuk refleksi, beribadah, atau sekadar menenangkan diri agar pikiran tetap jernih. Lingkungan kerja yang suportif pun berperan penting dalam menjaga suasana tetap positif selama Ramadan.
Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas kerja, tetapi menjadi momentum untuk mengatur ulang ritme hidup agar lebih tertata. Dengan perencanaan yang matang serta perhatian pada kebutuhan fisik dan mental, keseimbangan antara produktivitas dan ibadah dapat berjalan beriringan.
Sumber: Berbagai Sumber










