JUBIRTVNEWS.COM – Bangun lebih awal untuk sahur menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang, terutama saat pola tidur berubah selama bulan Ramadan. Rasa kantuk yang berat hingga sulit membuka mata kerap membuat waktu sahur terlewat. Padahal, sahur berperan penting dalam menjaga energi tubuh selama berpuasa.
Sejumlah sumber kesehatan menyebutkan bahwa kualitas dan pola tidur sangat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bangun pagi. Dengan pengaturan yang tepat, bangun sahur bisa menjadi kebiasaan yang lebih mudah dilakukan.
Atur Waktu Tidur Lebih Awal
Menurut rekomendasi dari sejumlah sumber, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam per hari untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, sulit konsentrasi, dan menurunnya daya tahan tubuh.
Karena itu, selama Ramadan disarankan untuk menyesuaikan waktu tidur menjadi lebih awal. Mengurangi aktivitas begadang, termasuk penggunaan gawai sebelum tidur, dapat membantu tubuh lebih cepat beristirahat dan mempermudah bangun sahur.
Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
Lingkungan kamar yang nyaman turut berpengaruh terhadap kualitas tidur. Sejumlah sumber menjelaskan bahwa tidur berkualitas dipengaruhi oleh pencahayaan, suhu ruangan, serta kebisingan.
Mematikan lampu atau menggunakan pencahayaan redup, menjaga suhu kamar tetap sejuk, serta menghindari suara bising dapat membantu tubuh memasuki fase tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.
Hindari Konsumsi Kafein di Malam Hari
Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, maupun minuman energi dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam dan mengganggu proses tidur. Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber kesehatan, konsumsi kafein menjelang waktu tidur bisa membuat seseorang sulit terlelap dan mengurangi kualitas istirahat.
Selama Ramadan, sebaiknya batasi konsumsi minuman berkafein setelah waktu berbuka agar tubuh lebih siap untuk tidur lebih awal.
Gunakan Alarm dan Pola Bangun Konsisten
Menetapkan alarm dengan suara yang cukup keras dan menempatkannya agak jauh dari tempat tidur dapat membantu tubuh terbangun secara perlahan. Selain itu, menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari akan membantu tubuh membentuk ritme sirkadian yang stabil.
Ritme sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ketika jadwal tidur teratur, tubuh akan lebih mudah terbangun meski waktu tidur bergeser lebih awal.
Perhatikan Asupan Saat Berbuka
Makan berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman, sehingga mengganggu kualitas tidur. Pola makan seimbang dengan memperhatikan asupan karbohidrat kompleks, protein, serta cukup cairan akan membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah lemas keesokan harinya.
Dengan menerapkan pola tidur sehat dan kebiasaan yang konsisten, bangun sahur tidak lagi menjadi beban. Selain menjaga energi selama puasa, sahur yang teratur juga membantu tubuh tetap fokus dan produktif sepanjang hari.
Sumber: Berbagai Sumber










