JUBIRTVNEWS.COM – Sarapan pagi merupakan waktu penting bagi tubuh untuk memperoleh asupan energi setelah berpuasa semalaman. Pada momen ini, otak kembali mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan agar dapat bekerja optimal. Namun, kebiasaan sarapan masih sering diabaikan, terutama oleh anak-anak usia sekolah.
Sarapan yang sehat idealnya memenuhi minimal seperempat kebutuhan gizi harian. Menu sarapan sebaiknya mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, lemak sehat, serta vitamin, mineral, serat, dan air yang cukup. Asupan tersebut berperan penting dalam mendukung pencernaan, meningkatkan energi, serta memperbaiki konsentrasi dan daya ingat.
Bagi anak sekolah, sarapan sehat bahkan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan gizi harian. Selain menjaga stamina selama mengikuti kegiatan belajar, sarapan juga membantu mencegah kelelahan dan mengurangi keinginan mengonsumsi jajanan yang kurang sehat.
Berikut sejumlah manfaat sarapan pagi bagi anak usia sekolah dilansir dari keslan.kemkes.go.id:
1. Menambah Energi
Sarapan pagi berfungsi layaknya mengisi bahan bakar pada kendaraan. Setelah tidak makan selama beberapa jam di malam hari, energi tubuh anak cenderung menurun. Sarapan membantu meningkatkan energi sehingga anak lebih siap menjalani berbagai aktivitas, termasuk belajar di sekolah. Anak yang tidak sarapan berisiko merasa lelah dan lesu, yang dapat mengganggu proses belajarnya.
2. Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat
Anak yang rutin sarapan pagi terbukti memiliki fokus dan konsentrasi yang lebih baik serta daya ingat yang lebih tajam dibandingkan anak yang melewatkan sarapan. Asupan energi dan nutrisi di pagi hari membantu anak memiliki rentang perhatian yang lebih panjang sehingga dapat belajar lebih efektif di kelas.
3. Meningkatkan Prestasi Akademik
Kebiasaan sarapan pagi berkaitan dengan prestasi akademik yang lebih baik. Anak yang rutin sarapan cenderung mampu menyelesaikan tugas dan ujian sekolah dengan lebih optimal. Selain itu, mereka juga umumnya memiliki hubungan yang lebih baik dengan guru dan lingkungan sekolah, yang turut mendukung hasil belajar.
4. Memastikan Asupan Gizi yang Cukup
Sarapan pagi berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama apabila menu yang dikonsumsi mengandung karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral. Asupan gizi yang seimbang di pagi hari membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
5. Menghindari Risiko Penyakit Kronis
Anak yang terbiasa melewatkan sarapan cenderung menggantinya dengan camilan tinggi gula, lemak, dan garam. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, anak yang rutin sarapan pagi cenderung lebih terlindungi dari risiko tersebut.
6. Menjaga Kesehatan Mental Anak
Sarapan pagi tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Anak yang memiliki energi cukup untuk beraktivitas dan belajar umumnya memiliki suasana hati yang lebih positif, serta lebih jarang mengalami stres atau frustrasi.
7. Mendukung Perilaku dan Kedisiplinan di Sekolah
Anak yang rutin sarapan cenderung menunjukkan perilaku yang lebih stabil dan disiplin di lingkungan sekolah. Remaja yang sering merasa lapar lebih berisiko mengalami masalah perilaku dan kesulitan bersosialisasi. Sebaliknya, kebiasaan sarapan pagi dapat menurunkan tingkat ketidakhadiran dan keterlambatan di sekolah.
Sumber: keslan.kemkes.go.id










