JUBIRTVNEWS.COM – Polisi menangkap empat orang terkait aksi pembacokan yang terjadi di ruas jalan nasional Sukabumi–Bogor, tepatnya di Kampung Ongkrak Batas, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026) dini hari.
Berdasarkan hasil pendalaman, insiden berdarah yang melukai sejumlah pemuda tersebut diketahui merupakan tawuran yang telah direncanakan melalui media sosial (medsos).
Kapolsek Cibadak Kompol Idji Djubaedi mengatakan, keempat orang yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cibadak.
“Kita sudah bisa mengamankan dan sekarang ada di Polsek Cibadak, kita mengamankan empat orang, kita masih melakukan pendalaman apa fungsi dan peranan masing-masing,” ujar Idji, Senin (2/2/2026).
Dalam peristiwa tersebut, terdapat lima orang korban. Empat di antaranya sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Sekarwangi, sementara satu korban lainnya memilih pulang ke rumah.
Idji menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Polisi kemudian mendatangi korban di rumah sakit, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, diketahui kejadian bermula saat seorang pria berinisial A mengajak belasan rekannya yang tergabung dalam kelompok Ciambar Street. Berdasarkan keterangan saksi, ajakan tersebut dengan dalih mengambil sepeda motor jenis Aerox yang diduga terkait persoalan dengan kelompok lain di wilayah Parungkuda.
“Dari grup Ciambar Street berinisial A mengajak rekan-rekannya yang ada di wilayah Cibadak dan lain-lainnya, kurang lebih ada sekitar 13 sampai 15 orang, dia meminta bantuan kepada rekan-rekannya, karena sebelumnya menurut pengakuan saksi, itu dia diajak untuk mengambil sepeda motor Aerox, kemungkinan ada permasalahan dengan anak-anak yang ada di Parungkuda,” jelas Idji.
Namun, setibanya di Parungkuda, kelompok tersebut tidak menemukan sasaran. Warga yang melihat gerombolan itu kemudian melapor ke pihak kepolisian hingga akhirnya kelompok tersebut dibubarkan.
Saat kembali ke wilayah Cibadak, sebagian kelompok terpisah. Ketika berada di lokasi Ongkrak Batas, Desa Pamuruyan, mereka berpapasan dengan kelompok lain. Kedua kelompok tersebut kemudian terlibat tawuran yang mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka.
“Dari pendalaman pihak Polsek ternyata mereka itu sudah ada janji atau komunikasi melalui WA dan IG, sehingga bertemu disana, hasil pertemuan itu mengakibatkan ada kurang lebih 5 korban, yang 4 dirawat di Rumah Sakit Sekarwangi, yang satu itu dia dirawat langsung pulang ke rumah,” kata Idji.
Idji menegaskan kembali bahwa dua kelompok ini sudah janjian untuk tawuran, namun apa masalahnya yang memicu terjadinya tawuran tidak jelas.
“Bisa dibilang tawuran, untuk permasalah tidak jelas. Yang jelas mereka sudah janjian antara satu komunitas dengan komunitas yang lain, cuma mungkin posisi pertemuan mereka ini yang tidak sesuai dengan janji yang disampaikan di WA atau IG tersebut,” ujarnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan empat senjata tajam, yakni dua bilah celurit, satu katana, dan satu corbek, yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya dan mengimbau pihak yang terlibat untuk segera menyerahkan diri.
“Kami minta para pelaku lain yang terlibat segera menyerahkan diri ke Polsek Cibadak,” pungkas Idji.
Diberitakan sebelumnya, empat orang pemuda mengaku menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (1/2/2026) dini hari. Peristiwa itu terjadi di ruas jalan Nasional Sukabumi-Bogor, Kampung Ongkrak Batas, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak.
Para korban yang diketahui merupakan warga Kecamatan Ciambar dan Nagrak tersebut mengaku diserang senjata tajam saat tengah melintas di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor.










