JUBIRTVNEWS.COM – Siapa sangka, dermaga Cisolok yang lama terbengkalai justru menjelma menjadi ruang temu paling hidup saat senja Ramadan tiba.
Menjelang sore, satu per satu warga berdatangan. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang memilih duduk sendiri menikmati angin laut. Bangunan panjang yang semula berdiri kaku (menyerupai bendungan dengan jalur di atasnya) kini berubah fungsi menjadi panggung alami untuk menyaksikan pertunjukan senja.
Dari atas dermaga, mata dimanjakan hamparan laut yang membentang luas, dihiasi batu-batu pondasi yang kokoh menahan gelombang. Deburan ombak memecah sunyi, menghadirkan irama alami yang menenangkan. Langit perlahan berubah warna, dari biru cerah menjadi jingga keemasan, lalu meredup dalam nuansa temaram.
Canda tawa anak-anak berkejaran dengan hembusan angin laut. Obrolan ringan para orang tua mengalir tanpa beban. Sementara itu, detik demi detik menuju waktu berbuka terasa lebih hangat dalam kebersamaan yang sederhana.
“Di sini terasa tentram. Bisa menikmati pemandangan sambil menunggu waktu berbuka puasa,” ungkap Ridwan, kepala keluarga yang datang bersama istri dan anaknya dari desa sebelah, Kamis (19/2/2026).

Bukan hanya menjadi ruang menunggu senja, dermaga yang berlokasi di Kampung Pajagan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, itu juga menyimpan cerita panjang. Lebih dari dua dekade pembangunannya terhenti, menyisakan beton kokoh yang tak pernah benar-benar rampung.
Polemik kepemilikan aset serta peralihan kewenangan pembangunan ke pemerintah pusat maupun provinsi membuat proyek tersebut tak kunjung menemukan titik terang. Dermaga itu pun berdiri sebagai saksi waktu antara harapan yang tertunda dan kehidupan yang terus berjalan di sekitarnya.









