JUBIRTVNEWS.COM – Persoalan tumpukan sampah yang muncul berulang di Palabuhanratu belum juga selesai. Dari kawasan Pantai Patuguran hingga sepanjang Jalan Siliwangi, sampah kerap kembali berserakan meski pengangkutan rutin terus berjalan.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa petugas di wilayah kerja Palabuhanratu sejatinya melakukan pengangkutan secara berkala.
Namun, persoalan utama datang dari sampah liar timbunan yang berasal dari pihak-pihak yang belum terdata atau belum bekerja sama resmi dengan DLH.
“Kalau sampah yang rutin dan sudah kerja sama dengan kami, insyaallah terangkut. Yang jadi kendala itu sampah liar. Tetap kami angkut, tapi menunggu setelah pelayanan rutin,” ujar Nunung, Jumat (13/2/2026).
Kondisi tersebut diperberat oleh keterbatasan armada. Saat ini, DLH Kabupaten Sukabumi hanya mengandalkan 54 unit truk sampah termasuk dua unit pengadaan baru untuk melayani wilayah kabupaten yang luas dan padat. Jumlah ini dinilai jauh dari ideal.
“Untuk memaksimalkan layanan, kami butuh sekitar 500 unit armada yang dibagi ke enam korwil,” tegasnya.
Di lapangan, titik-titik rawan seperti Jembatan Cipatuguran kerap kembali kotor tak lama setelah dibersihkan. Menurut Nunung, persoalan ini tak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah. Perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi faktor dominan.
“Sampah itu tanggung jawab bersama. Sumbernya dari rumah tangga. Kalau sejak awal sudah dipilah organik dan non-organik, beban pengelolaan bisa jauh berkurang,” katanya.
DLH berharap kesadaran warga di Palabuhanratu meningkat seiring upaya teknis yang terus dilakukan. “Tanpa perubahan perilaku di tingkat sumber, pengangkutan rutin dan penambahan armada pun akan terus dikejar oleh timbunan baru,” tandasnya.










