Beranda / Daerah / Tantangan Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Pesisir Sukabumi

Tantangan Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Pesisir Sukabumi

JUBIRTVNEWS.COM – Pengelolaan sampah di kawasan wisata pesisir Kabupaten Sukabumi hingga kini masih menjadi tantangan yang kompleks. Persoalan ini tidak lagi bisa dipandang sebagai tanggung jawab satu instansi saja, melainkan menuntut keterlibatan aktif dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga wisatawan itu sendiri.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa selama ini penanganan sampah di destinasi wisata sering kali disalahpahami sebagai beban tugas Dinas Lingkungan Hidup semata. Padahal, kompleksitas masalah di lapangan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Baca Juga :  Dispar Sukabumi Dukung Sunday Market Ujunggenteng, Dorong Ekonomi Kreatif dan Wisata Pesisir

Menurut Ali, pembangunan pariwisata masa kini harus bertumpu pada pendekatan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi sirkular.

“Pariwisata harus didukung oleh konsep ekonomi yang berkelanjutan. Salah satunya bagaimana kita bisa mengelola sampah di wilayah pesisir dengan lebih baik,” ujar Ali, Sabtu (7/3/2026).

Ali menyebut, salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah di kawasan wisata adalah masih dominannya pola linier, yakni sampah sekadar dikumpulkan, diangkut, lalu dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Ia menilai pola tersebut tidak cukup efektif untuk menanggulangi penumpukan sampah di area pantai.

Baca Juga :  Healthy Cities Summit 2024, Dispar Kabupaten Sukabumi Siapkan Tiga Lokasi City Tour

“Pengelolaan sampah seharusnya dilakukan secara on-site atau di lokasi agar penanganannya lebih cepat dan tidak menumpuk di kawasan wisata,” tambah mantan Camat Palabuhanratu tersebut.

Tantangan semakin berat mengingat karakteristik wilayah pesisir Sukabumi yang menjadi muara dari berbagai aliran sungai. Hal ini mengakibatkan sampah dari wilayah hulu sering kali bermuara di pantai, sehingga beban pembersihan di pesisir menjadi berkali-kali lipat lebih besar.

“Ini yang membuat kita harus mengeluarkan energi lebih untuk membersihkannya,” jelas Ali.

Baca Juga :  Hari Nelayan Ujunggenteng Bukti Masyarakat Pesisir Sukabumi Tak Tinggalkan Warisan Leluhur

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi tengah menginisiasi mekanisme penanganan sampah berbasis kolaborasi.

Langkah pertama yang didorong adalah meningkatkan kepedulian pelaku usaha pariwisata agar ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan di sekitar tempat usahanya.

Selain itu, wisatawan juga diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ketika berkunjung ke destinasi wisata.

“Kami berharap pelaku usaha pariwisata memiliki kepedulian dalam menangani sampah di lingkungannya. Begitu juga wisatawan, harus sama-sama menjaga kebersihan agar kawasan wisata tetap nyaman dan lestari,” pungkas Ali.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!