JUBIRTVNEWS.COM – Upaya menanamkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terlihat di SD Muhammad Al-Unaizy, Kabupaten Sukabumi. Puluhan siswa sekolah dasar tampak antusias saat memperagakan simulasi evakuasi bencana gempa bumi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dilatih untuk tetap tenang dan sigap ketika menghadapi situasi darurat. Mulai dari berlindung di bawah meja saat gempa terjadi, hingga melakukan evakuasi mandiri menuju titik kumpul melalui jalur aman yang telah ditentukan.
Pusdalop BPBD Kabupaten Sukabumi, Entis Daeng Sutisna, mengatakan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan langkah penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini.
“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dasar agar tidak panik saat terjadi bencana. Melalui simulasi ini, mereka belajar bagaimana menyelamatkan diri dengan benar dan teratur,” ujar Daeng Sutisna.
Ia menjelaskan, kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, termasuk penguatan mental siswa agar mampu mengendalikan kepanikan. Setelah itu, tim BPBD memandu simulasi evakuasi yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Simulasi ini kami rancang mendekati kondisi nyata. Dari praktik berlindung, keluar kelas, hingga berkumpul di titik aman. Di akhir kegiatan, kami lakukan evaluasi untuk memastikan prosedur evakuasi sudah dipahami dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan tim BPBD Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari unsur edukasi, psikolog, hingga teknis kebencanaan. Kehadiran tenaga psikolog juga dinilai penting untuk memastikan kesiapan mental siswa dalam menghadapi potensi bencana.
Melalui edukasi dan simulasi tersebut, BPBD berharap sekolah dapat menjadi lingkungan yang tangguh bencana serta mampu melakukan evakuasi mandiri secara cepat dan tepat apabila terjadi gempa bumi di kemudian hari.
“Ketangguhan menghadapi bencana harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah. Anak-anak ini adalah agen keselamatan bagi dirinya sendiri dan lingkungannya,” tandas Daeng Sutisna.










