JUBIRTVNEWS.COM — Kecemasan menyelimuti warga Kampung Cijambe RT 005/007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak Minggu (22/2/2026) terus meluas dan mengancam pemukiman warga seiring tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, mengungkapkan bahwa hujan sedang hingga lebat membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan kian labil.
“Retakan bertambah dari hari ke hari. Kami pantau terus karena pergerakan susulan masih mungkin terjadi,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Bukan hanya bangunan yang terdampak, stabilitas hidup warga pun mulai terganggu. Empat keluarga harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke sanak saudara terdekat. Di sisi lain, sebuah pondok pesantren di lingkungan tersebut yang dihuni sekitar 20 orang berada dalam pengawasan ketat.
Total 25 bangunan terdampak dalam satu wilayah RT: 5 Bangunan Rusak Berat (4 rumah, satu pondok pesantren), enam rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak ringan. Retakan pada lantai dan dinding menjadi penanda bahwa tinggal lebih lama bisa berisiko.
Koordinasi lintas sektor telah dilakukan P2BK bersama perangkat desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat. Fokus utama kini adalah keselamatan jiwa. Warga diminta segera keluar rumah bila retakan melebar atau terdengar suara pergerakan tanah.









