JUBIRTVNEWS.COM – Gema azan Dzuhur di lingkungan SMA-SMK Permata Mandiri, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, kini tak lagi diikuti langkah kaki siswa menuju masjid sekolah. Sejak atap bangunan suci itu ambruk secara tiba-tiba pada Senin (26/1/2026) lalu, aktivitas keagamaan dan pembinaan karakter religius yang biasanya riuh di sana, terpaksa berhenti total.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.10 WIB tersebut menyisakan pemandangan memilukan. Ruang utama tempat para siswa biasanya bersujud kini tertutup reruntuhan rangka atap dan material bangunan yang berserakan.
Musibah ini terjadi di tengah cuaca cerah, sesaat sebelum Salat Dzuhur berjamaah dimulai. Beruntung, insting para guru dan siswa bekerja cepat. Hanya beberapa menit sebelum seluruh konstruksi roboh, suara genteng yang berjatuhan memberikan peringatan bagi mereka yang berada di sekitar lokasi untuk segera menjauh.
Berdasarkan evaluasi pihak sekolah, penyebab utama ambruknya masjid berukuran 10 x 12 meter ini adalah kondisi bangunan yang sudah dimakan usia. Struktur penyangga kayu yang lapuk diduga tidak lagi mampu memikul beban genteng, sehingga konstruksi ambruk meski tidak ada hujan maupun angin kencang.
“Bangunan masjid ini sudah lama berdiri dan belum pernah dilakukan perbaikan besar. Struktur atapnya tidak lagi kuat menahan beban,” ujar Kepala SMA Permata Mandiri, Ridwanulloh, Sabtu (31/1/2026).
Hingga saat ini, area masjid masih dipasangi garis pembatas demi keamanan. Ridwanulloh menyebut bahwa pihaknya kini berada dalam posisi dilematis karena masjid tersebut merupakan jantung dari pembinaan karakter siswa.
Melihat kerusakan yang hampir mencapai 100 persen, pihak sekolah mengakui tidak mampu membangun kembali masjid tersebut sendirian. Ridwanulloh sangat berharap adanya uluran tangan dari pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para donatur untuk membantu memulihkan rumah ibadah tersebut.
“Kami berharap masjid ini bisa segera dibangun kembali agar kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan di sekolah dapat berjalan normal,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga sekolah masih mengalihkan kegiatan ibadah ke lokasi lain yang lebih aman, sambil menunggu titik terang proses renovasi pembangunan kembali.










