JUBIRTVNEWS.COM – Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera. Untuk mendukung upaya tersebut, kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja diselenggarakan di Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al Fithroh, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (17/10).
Kegiatan ini melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), serta kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP). Hadir sebagai narasumber perwakilan Komisi IX DPR RI, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi.
Keluarga Berkualitas, Kunci Kemajuan Bangsa
Dalam pemaparannya, Kapoksi Komisi IX DPR RI menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga mencerminkan perhatian terhadap pembangunan keluarga yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang baik, serta menciptakan hubungan harmonis antaranggota keluarga. Oleh karena itu, pembangunan keluarga perlu dilakukan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari masa remaja, pasangan usia subur, keluarga yang memiliki anak, hingga kelompok lanjut usia.
Persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja juga menjadi perhatian penting. Edukasi yang tepat diharapkan dapat membantu generasi muda memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai sebelum memasuki jenjang pernikahan, sekaligus mendukung keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kader Lapangan Didorong Menjadi Teladan
Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat, Anita Latifah, mengajak seluruh PLKB, PKB, dan kader IMP untuk menerjemahkan program Bangga Kencana ke dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari kegiatan sosialisasi, tetapi juga dari penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dimulai dari membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak, membiasakan pola pengasuhan yang positif, serta menciptakan suasana keluarga yang aman dan harmonis.
Ia juga mendorong penerapan program prioritas, seperti GAMAS, GEMAR, dan GATI, secara konsisten melalui kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga. Selain itu, pengawalan program MBG3B agar tepat sasaran serta pelaksanaan program SIDAYA untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan berdaya turut menjadi perhatian.
Perkuat Koordinasi dan Pendampingan Keluarga
Ketua Tim Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan, Adang Syamsul Hadi, menyoroti pentingnya peran petugas dan kader lapangan sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemerintah. Kedekatan mereka dengan masyarakat menjadi modal penting untuk memastikan informasi, edukasi, dan pendampingan dapat diterima secara tepat.
Ke depan, penguatan Tim Pendamping Keluarga direncanakan melalui struktur organisasi dan pembagian tugas yang lebih terarah, dengan koordinasi bersama PKB dan PLKB. Setiap RW juga diharapkan memiliki minimal satu TPK guna memperluas jangkauan pendampingan keluarga.
Adapun rincian mengenai struktur organisasi dan pembagian tugas TPK akan mengacu pada ketentuan serta sosialisasi resmi dari pemerintah pusat.
GENTING, Wujud Kepedulian Bersama dalam Pencegahan Stunting
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha memaparkan pentingnya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai bentuk gotong royong dalam mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga berisiko stunting.
Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman keluarganya sebagai gambaran pentingnya pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pendampingan berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak. Ia menceritakan bahwa anaknya yang sempat mengalami hambatan pertumbuhan tinggi badan dapat berkembang dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister, serta bekerja di Bank Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak membutuhkan perhatian dan dukungan yang berkesinambungan. Ia pun mengajak para petugas dan kader agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, karena edukasi, pendampingan, dan bantuan yang diberikan dapat membawa perubahan berarti bagi kehidupan sebuah keluarga.
Bersinergi Mewujudkan Keluarga Berkualitas
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diharapkan semakin memahami peran strategis masing-masing dalam menyukseskan program Bangga Kencana. Penguatan koordinasi, peningkatan kepedulian, serta evaluasi pelaksanaan program di wilayah masing-masing menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas lapangan, kader, mitra kerja, dan masyarakat diharapkan terus terjalin secara berkelanjutan. Dengan demikian, upaya membangun keluarga yang tangguh, sehat, harmonis, dan berkualitas dapat semakin diperkuat sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan sejahtera.













