JUBIRTVNEWS.COM — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi pada 24–25 Oktober 2026, Budi Azhar Mutawali mengklaim telah mengantongi dukungan dari 47 pengurus kecamatan (PK). Dukungan tersebut disebut disampaikan secara lisan dan tertulis dalam kegiatan silaturahmi bersama Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten Sukabumi itu menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat soliditas kader Golkar dari tingkat DPD hingga pengurus kecamatan. Sejumlah kader turut hadir, termasuk Bupati Sukabumi Asep Japar.
Budi Azhar, yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dan telah empat periode menjadi anggota legislatif, menyampaikan klaim dukungan tersebut melalui pesan singkat kepada JUBIRTVNEWS.COM, Kamis (15/10/2026).
“47 PK Golkar menyatakan dukungan secara lisan dan tertulis kepada Budi Azhar dalam kegiatan silaturahmi tersebut,” ungkapnya.
Meski telah mengantongi dukungan dari 47 PK, Budi menegaskan dirinya tetap akan mengikuti arahan pimpinan Partai Golkar di tingkat provinsi maupun pusat. Sikap tersebut menunjukkan bahwa dukungan yang diterimanya tidak lantas membuatnya mengabaikan mekanisme dan keputusan organisasi.
“Keputusannya itu diambil karena lebih kepada patsun partai dan lebih mengedepankan kepentingan partai,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Musda Golkar Kabupaten Sukabumi, Ujang Abdurrachman, menyebut Musda direncanakan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Hotel Pangrango, Sukabumi.
Menurut Ujang, lokasi tersebut dipertimbangkan karena dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung peserta dan menunjang seluruh rangkaian kegiatan.
“Insyaallah, untuk tempat nanti kita di Pangrango kayaknya, karena tempat yang lain di Sukabumi tidak ada yang memadai, selain di Pangrango yang bisa memadai,” kata Ujang kepada JUBIRTVNEWS.COM, Kamis (15/10/2026).
Terkait pemilihan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Ujang mengatakan panitia mengupayakan mekanisme musyawarah untuk mufakat agar proses pergantian kepemimpinan berlangsung kondusif dan tidak mengganggu soliditas internal partai.
“Untuk calon kelihatannya kita ada musyawarah untuk mufakat. Insyaallah kita tidak ada bentuk persaingan, kita usahakan bisa aklamasi,” ujarnya.
Meski demikian, Ujang belum mengungkap sosok yang berpeluang ditetapkan melalui mekanisme aklamasi. Ia meminta publik menunggu keputusan pimpinan partai yang berwenang.
“Ya, nanti pada waktunya akan tahu juga siapa yang diaklamasikan. Karena ruang itu ada di pimpinan saya, di Pak Sekjen, yang akan menjawab siapa yang dipilih nanti untuk calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi,” katanya.












