Beranda / Pemerintahan / Distan Sukabumi Bahas Pengembangan Jagung dan Singkong untuk Mendukung Program Bioetanol

Distan Sukabumi Bahas Pengembangan Jagung dan Singkong untuk Mendukung Program Bioetanol

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Jagung dan singkong di Kabupaten Sukabumi berpeluang memiliki nilai ekonomi lebih luas, tidak hanya sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.

Peluang tersebut mulai disiapkan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui program khusus bioetanol yang menyasar pengembangan jagung seluas 20.000 hektare dan ubi kayu atau singkong seluas 10.000 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyebut potensi pertanian daerah perlu diarahkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pengembangan komoditas untuk bahan baku bioetanol dinilai membuka ruang bagi petani untuk terlibat dalam rantai ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga :  Profil Kombes Pol Dedy Darmawansyah, Kabid Propam Polda NTB

“Sukabumi memiliki potensi besar untuk mendukung program bioetanol melalui pengembangan jagung dan ubi kayu,” ujar Aep.

Kesiapan program tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Program Khusus Bioetanol Tingkat Kabupaten Sukabumi di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/9/2026). Pertemuan itu menindaklanjuti agenda Kementerian Pertanian RI di Jakarta pada 21 September 2026.

Bagi pemerintah daerah, tantangannya bukan hanya memenuhi sasaran luas pengembangan. Ketersediaan bahan baku, kesiapan lahan, pendampingan kepada petani, hingga dukungan sektor pengolahan juga perlu dipersiapkan agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Aep mengatakan, pengembangan tersebut harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi sektor pertanian dan perekonomian daerah, bukan sebatas pencapaian angka target.

Baca Juga :  Hujan Berpotensi Terjadi Sejak Siang Hari, Prakiraan Cuaca Jabar 28 Desember 2025

“Target ini harus kita lihat sebagai peluang. Bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan petani dan sektor pengolahan,” katanya.

Untuk mendukung rencana itu, Dinas Pertanian melibatkan berbagai unsur dalam pembahasan, mulai dari perwakilan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, kepala UPTD, ketua tim kerja penyuluhan, hingga penyuluh pertanian madya di Kabupaten Sukabumi.

Masukan juga melibatkan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Balai Perhutanan Sosial Bogor, Perum Perhutani KPH Sukabumi, CDK Wilayah III, serta Gabungan Pengusaha Perkebunan Sukabumi.

Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk menyelaraskan kesiapan sektor pertanian dengan kebutuhan program bioetanol. Pasalnya, pengembangan bahan baku energi memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar produksi, pengolahan, dan distribusinya dapat saling terhubung.

Baca Juga :  Mulai 1 Agustus 2025, Tarif Kereta Bogor-Sukabumi Naik Jadi Rp55.000/Penumpang

“Sinergi seluruh pihak sangat penting. Kita ingin program ini tidak berhenti pada target luas tanam, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah,” ucap Aep.

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi pun berharap pengembangan jagung dan singkong dapat menjadi salah satu langkah menuju ekonomi hijau sekaligus mendukung agenda kemandirian energi pada 2028.

“Kami optimistis ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi hijau di Kabupaten Sukabumi. Dengan kerja bersama, target menuju kemandirian energi pada 2028 harus kita persiapkan sejak sekarang,” tandasnya.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru