JUBIRTVNEWS.COM – Bupati Sukabumi, Asep Japar, secara resmi membuka gelaran Jampang Ngabhuana 3 di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/10/2026).
Mengusung tema “Muka Lawang Jampang”, kegiatan yang digagas Paguyuban Jampang Tandang Makalangan tersebut menjadi ruang untuk melestarikan seni, budaya, dan tradisi lokal sekaligus mempromosikan potensi wilayah Pajampangan.
Jampang Ngabhuana 3 disambut antusias masyarakat. Berbagai kreativitas warga, pertunjukan seni budaya, hingga keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mewarnai kegiatan yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan itu.
Dalam sambutannya, Asep Japar menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Paguyuban Jampang Tandang Makalangan yang telah menginisiasi serta menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Jampang Ngabhuana bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya, melainkan juga wujud kecintaan masyarakat terhadap daerah serta upaya memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Paguyuban Jampang Tandang Makalangan. Pelaksanaan Jampang Ngabhuana 3 ini merupakan wujud kecintaan masyarakat Jampang dalam melestarikan seni, budaya, tradisi, dan potensi daerah,” ujar Asep Japar.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Pajampangan kepada masyarakat luas. Selain menjaga warisan leluhur, Jampang Ngabhuana juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Asep Japar menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap keberlanjutan Jampang Ngabhuana. Ia bahkan menyampaikan rencana mengupayakan dukungan anggaran melalui mekanisme hibah pada tahun mendatang agar kegiatan tersebut dapat terus berkembang.
“Baru tiga tahun berjalan, kegiatan ini sudah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Insyaallah, ke depan akan kita dukung dan kita upayakan agar tahun depan bisa mendapatkan hibah untuk pengembangan kegiatan ini,” ungkapnya.
Selain pelestarian budaya, Bupati juga menyoroti pentingnya keterlibatan UMKM dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan stan usaha dan pedagang lokal menjadi peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha di wilayah Pajampangan.
Ia berharap UMKM setempat semakin berkembang, maju, dan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pedagang dan pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi. Mudah-mudahan UMKM di wilayah Pajampangan semakin berkembang dan maju. Mari kita bersama-sama menyukseskan UMKM di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Asep Japar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat serta kebudayaan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Menurutnya, budaya harus menjadi identitas, kebanggaan, sekaligus pemersatu masyarakat. Pelestarian budaya yang berjalan beriringan dengan pengembangan potensi daerah diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah atau Mubarakah.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, H. Hendra Permana, mengatakan Jampang Ngabhuana merupakan wadah untuk menampung aspirasi dan kreativitas masyarakat, khususnya di bidang seni dan kebudayaan, sekaligus menyuarakan harapan terkait pembangunan daerah.
“Hari ini warga Jampang berkumpul dengan segala kreasi dan kreativitasnya. Tidak lain dan tidak bukan, semua ini merupakan wujud kecintaan terhadap daerah,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan terus memperluas jaringan kepengurusan untuk menghimpun masyarakat Jampang, baik yang berada di Kabupaten Sukabumi maupun Kota Sukabumi.
Dari total 54 kecamatan yang menjadi cakupan wilayah paguyuban, sebanyak 47 kecamatan berada di Kabupaten Sukabumi dan tujuh kecamatan di Kota Sukabumi. Sebagian besar wilayah tersebut disebut telah mulai membentuk struktur kepengurusan.
Menurut Hendra, keberadaan paguyuban di berbagai wilayah diharapkan menjadi ruang silaturahmi, komunikasi, dan konsolidasi masyarakat Jampang agar dapat bersama-sama mendorong kemajuan daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sukabumi yang dinilainya memberikan perhatian terhadap pembangunan wilayah Pajampangan. Kendati pembangunan jalan di sejumlah kawasan telah menunjukkan perkembangan, Hendra menyebut masih terdapat beberapa jalur yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Selain persoalan infrastruktur, paguyuban turut menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pemuda. Hendra mengatakan pihaknya telah beberapa kali menyuarakan persoalan tersebut melalui aksi penyampaian aspirasi.
“Kami di paguyuban hanya menghimpun teman-teman yang memiliki kepedulian terhadap daerah. Harapan kami, melalui kebersamaan ini, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jampang bisa diperjuangkan bersama,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Jampang Ngabhuana 3, masyarakat diharapkan semakin memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas, memperkuat persatuan, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Pajampangan kepada khalayak luas.













