JUBIRTVNEWS.COM – Tim SAR Gabungan dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang pelajar yang dilaporkan hilang usai terseret ombak di Pantai Istiqomah, Kelurahan Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/10/2026).
Korban hilang diidentifikasi bernama Doa Khairul Ikhsan (17), pelajar asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Musibah tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban bersama seorang rekannya, Hafidz Mubarok, sedang berenang dan tiba-tiba tergulung ombak besar.
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menjelaskan bahwa kedua korban awalnya sedang berenang di area pinggir pantai.
“Ketika korban sedang berenang di pinggir pantai, tiba-tiba datang ombak besar yang mengakibatkan korban terseret arus ke tengah dan tenggelam,” ujar Dadi saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2026).
Beruntung, nyawa Hafidz Mubarok berhasil diselamatkan oleh kru Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang tengah bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Usai dievakuasi dari gulungan ombak, anggota Satpolairud Polres Sukabumi langsung melarikan Hafidz ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Sementara itu, proses pencarian terhadap Doa Khairul Ikhsan langsung diintensifkan oleh Tim Rescue Pos SAR Sukabumi (Basarnas) bersama unsur potensi SAR lainnya.
Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung menggelar briefing dan membagi pergerakan menjadi dua unit operasional atau Search and Rescue Unit (SRU) demi mengoptimalkan area penyisiran.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, membeberkan bahwa strategi pencarian hari pertama ini dibagi ke dalam dua wilayah fokus.
“SRU 1 melaksanakan pencarian di perairan menggunakan kapal speed boat Polairud dengan radius area pencarian hingga 2 mil laut (NM) dari lokasi kejadian. Sementara SRU 2 melakukan penyisiran visual di sepanjang garis pantai sejauh 1 kilometer ke arah barat dan timur,” papar Suryo.
Dalam operasi kedaruratan ini, Pos SAR Sukabumi bersinergi erat dengan Pos TNI AL Palabuhanratu, Satpolairud Polres Sukabumi, dan Balawista. Berbagai peralatan utama (Alut) SAR mumpuni ikut diterjunkan ke lapangan, mulai dari rescue car, peralatan keselamatan air, peralatan medis, alat komunikasi Handy Talky (HT), hingga radar bawah air Aqua Eye untuk mendeteksi keberadaan korban.












