JUBIRTVNEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi merampungkan proyek peningkatan jaringan irigasi permukaan Daerah Irigasi (DI) Cipamatutan yang berlokasi di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemenuhan ketersediaan air pada lahan pertanian.
Infrastruktur pengairan yang pengerjaannya dikawal langsung oleh UPTD PU Wilayah 3 Cicurug tersebut kini telah beroperasi normal. Kehadirannya diproyeksikan mampu mengoptimalkan pasokan air untuk areal persawahan seluas kurang lebih 54 hektare di kawasan sekitar.
Kepala UPTD PU Wilayah 3 Cicurug, Asep Saepuloh, menyampaikan apresiasinya atas realisasi pembangunan fisik yang bersumber dari anggaran daerah tersebut.
“Kami dari UPTD 3 wilayah Cicurug mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati Kabupaten Sukabumi dan juga kepada kepala dinas yang mana telah terlaksananya kegiatan peningkatan jaringan irigasi permukaan DI Cipamatutan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep, Jumat (2/10/2026).
Asep menambahkan, proyek strategis peningkatan infrastruktur pengairan permukaan di wilayah Parungkuda ini menelan nilai anggaran sekitar Rp1,3 miliar. Keberadaan jaringan irigasi yang mantap menjadi kebutuhan krusial bagi para petani lokal. Hal ini lantaran stabilitas debit air berpengaruh langsung terhadap produktivitas hasil panen, terutama dalam menjaga pasokan air berkala menuju sawah inti warga.
Senada dengan hal itu, perwakilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai, Dadan Setiawan, mengonfirmasi dampak positif dari rampungnya pembangunan tersebut bagi para anggotanya.
“Pembangunan jaringan irigasi permukaan yang dapat kami manfaatkan untuk mengairi sawah kurang lebih sekitar 54 hektar mudah-mudahan program ini selalu mendapat keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan menjadikan ladang amal bagi kita semua,” kata Dadan.
Dengan tuntasnya modernisasi jaringan DI Cipamatutan, kebutuhan pengairan lahan pertanian di kawasan Sundawenang diharapkan dapat terlayani secara merata dan berkeadilan. Infrastruktur vital ini sekaligus menjadi bukti konkret dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap keberlangsungan profesi dan hajat hidup sektor agraria masyarakat.
“Bagi petani, fungsi utama pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan memastikan air dapat menjangkau lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka,” tandasnya.












