JUBIRTVNEWS.COM – Puluhan rumah warga di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan terdampak bencana cuaca ekstrem. Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan kondisi masyarakat terdampak akan segera ditinjau langsung sekaligus disiapkan penyaluran bantuan.
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menyatakan bahwa data awal mengenai rumah warga yang mengalami kerusakan telah diterima dari pihak kecamatan. Menurutnya, data tersebut akan menjadi acuan penting untuk memetakan kebutuhan mendasar warga sebelum bantuan didistribusikan.
“Hari ini belum bisa kunjungan, tapi hari Sabtu insyaallah saya akan ada kunjungan ke sana dan mengecek langsung. Tapi kemarin saya dapat laporan dari kecamatan sudah didata, ada puluhan rumah yang rusak. Nah nanti insyaallah saya Sabtu ke sana sekaligus memberikan bantuan,” ujar Andreas, Jumat (2/10/2026).
Andreas menegaskan komitmennya untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan pada Sabtu (3/10/2026). Selain meninjau kerusakan fisik bangunan, kunjungan kerja tersebut diprioritaskan untuk memastikan bantuan logistik kedaruratan berjalan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Langkah cepat ini diambil menyusul laporan otoritas kecamatan yang mengonfirmasi adanya puluhan rumah yang rusak akibat amukan cuaca ekstrem di wilayah Cicurug. Bencana tersebut tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga berimbas pada fasilitas pendidikan. Namun, khusus untuk fasilitas sekolah tingkat SMA, penanganannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kalau SMA itu kan berarti dengan provinsi ya. Nah itu nanti akan kita koordinasikan langsung,” tandasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun sebelumnya, sebanyak 52 rumah warga di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, terdampak oleh bencana ini. Kerusakan tersebut tersebar di tiga wilayah RT dengan tingkat dampak yang bervariasi.
Kampung Purwasari RT 01/RW 01 menjadi titik terparah dengan total 29 rumah rusak. Sementara di RT 02 tercatat ada 9 rumah terdampak, dan 14 rumah lainnya berada di wilayah RT 03.
Dampak kerusakan juga dilaporkan terjadi di Desa Nyangkowek. Tepatnya di Kampung Bojongpereng, embusan cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang dilaporkan merusak sedikitnya 35 unit atap rumah warga.












