Beranda / Pemerintahan / Disperkim Sukabumi Hadiri Pembahasan Pembangunan Jembatan Leuwidinding di Jampangtengah

Disperkim Sukabumi Hadiri Pembahasan Pembangunan Jembatan Leuwidinding di Jampangtengah

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukabumi terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) membahas rencana pembangunan Jembatan Leuwidinding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi Bupati Sukabumi Asep Japar dengan Kadister Koarmada RI Kolonel Laut (P) Jan Lucky Boy S. di Kantor BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/2026). Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi, Kalak BPBD, serta Kepala Dinas Perhubungan.

Baca Juga :  Kesehatan ASN Jadi Prioritas, 70 Pegawai Disperkim Sukabumi Ikuti CKG

Jembatan Leuwidinding direncanakan memiliki panjang sekitar 84 meter dan menjadi penghubung penting bagi masyarakat setempat. Proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun pada awal September 2026.

Baca Juga :  Kepsek SMPN 1 Cisolok Sukabumi ungkap Program MBG Bantu Pelajar Tidak Mampu

Kolonel Jan Lucky Boy menyampaikan bahwa groundbreaking dijadwalkan berlangsung pada 2 September 2026 dan akan dirangkaikan dengan kegiatan bakti kesehatan serta bakti sosial. Sebelum pelaksanaan pembangunan, TNI AL bersama masyarakat juga akan menggelar aksi peduli sampah pada 31 Agustus 2026.

Bupati Sukabumi Asep Japar menyambut baik rencana pembangunan tersebut dan mengapresiasi kepedulian TNI AL serta CMNP terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Sukabumi.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sukabumi, Sejumlah Infrastruktur Rusak

“Terima kasih atas kepedulian ini. Mari bersama-sama menyukseskan pembangunan agar bisa mempermudah aksesibilitas masyarakat,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, kehadiran Jembatan Leuwidinding tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi juga diharapkan mampu membuka kembali akses warga menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas sosial lainnya.

Traktir Kopi
Tag: