JUBIRTVNEWS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat resmi melakukan pergantian Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Pergantian tersebut ditegaskan sebagai bagian dari mekanisme organisasi, bukan karena faktor politik ataupun dinamika internal di tubuh partai.
Ketua Bagian Komunikasi, Media, dan Penggalangan Opini DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Aris Rindiansyah, menjelaskan kepada jubirtvnews.com melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (30/6/2026), bahwa pergantian tersebut merupakan bentuk regenerasi organisasi.
Menurutnya, masa berlaku Surat Keputusan (SK) Plt sebelumnya, Deden Nasihin, telah berakhir sehingga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang baru menunjuk Plt baru, yakni Tubagus Mulyana Syahrudin, untuk melanjutkan tugas organisasi.
“Yang pertama lebih kepada regenerasi organisasi. SK PLT yang lama sudah habis, karena juga ditandatangani oleh Ketua Jabar yang lama. Maka ditunjuk PLT baru oleh Ketua Jabar yang baru,” ujar Aris.
Penunjukan Tubagus Mulyana Syahrudin sebagai Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi yang baru tertuang dalam Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Nomor: SKEP-05/GOLKAR/VI/2026 tentang Pergantian Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2020–2025, yang ditetapkan pada Minggu, 28 Juni 2026.
Tugas Utama Plt Baru
Aris menjelaskan, sesuai surat penunjukan, Plt yang baru memiliki dua tugas utama, yakni melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi serta melakukan konsolidasi organisasi.
Ia mengatakan, konsolidasi dilakukan dengan merangkul seluruh elemen partai agar pelaksanaan Musda berjalan kondusif tanpa menimbulkan dampak negatif maupun perpecahan di internal partai.
“Tugasnya sesuai surat penunjukan, untuk segera melaksanakan Musda dan konsolidasi organisasi. Merangkul semua elemen partai dalam rangka menyukseskan Musda Golkar dalam waktu dekat tanpa menghasilkan ekses atau dampak negatif,” jelasnya.
Menurut Aris, soliditas organisasi menjadi prioritas agar Partai Golkar tetap siap menghadapi agenda politik mendatang.
“Sehingga soliditas Partai Golkar tetap terjaga untuk mempertahankan kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2029 dan Pilkada 2029,” pungkasnya.






