JUBIRTVNEWS.COM – Sebuah truk boks tersambar Kereta Api (KA) Pangrango di perlintasan kereta api di Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Jumat sore (19/6/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu bermula saat KA Pangrango melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Pada saat bersamaan, sebuah truk boks bernomor polisi F 8364 DE yang dikemudikan Hermawan, melintas di perlintasan kereta api dari arah Nagrak menuju Karangtengah.
Truk tersebut tersambar kereta hingga terpelanting ke area sekitar rel. Nahas, di sekitar lokasi terdapat seorang warga yang sedang membuang sampah Rizki (30) Warga Kampung Babakan, Desa Karangtengah dan seorang pengendara sepeda motor, Dody (43), yang tengah melintas.
Truk yang terpental menghantam keduanya. Akibat kejadian itu, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian dan terhimpit di kolong truk.
Sementara warga yang sedang membuang sampah serta sopir truk mengalami luka berat. Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penangan medis. Adapun jenazah korban meninggal juga telah dibawa ke kamar mayat RSUD Sekarwangi.
Untuk kondisi di lokasi kejadian, warga tampak berkerumun menyaksikan proses evakuasi. Truk boks yang tersambar kereta masih berada di lokasi. Sedangkan motor korban, telah dibawa pihak kepolisian.
Warga sekitar, Udin (46), menyatakan tidak menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan karena saat kejadian dirinya berada di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi. Namun, ia sempat mendengar suara klakson kereta sebelum tabrakan terjadi.
Namun ketika itu terdengar satu kali kereta membunyikan klakson selanjutnya terdengar suara benturan keras. “Saya hanya dengar klakson kereta sekali dari arah Sukabumi ke Bogor, langsung ‘derrr’ tubrukan. Suaranya kaya besi nabrak besi,” kata Udin.
Dia juga mengungkapkan bahwa di lokasi sebenarnya terdapat palang pintu perlintasan. Namun, menurutnya, palang pintu tersebut tidak berfungsi. “Palang pintu ada secara fisik tapi secara fungsi tidak berfungsi,” kata Udin.
Dia menuturkan karena palang pintu tidak berfungsi maka selama ini warga secara sukarela membantu memberikan peringatan kepada pengguna jalan saat kereta akan melintas.
Sementara itu, korban tewas, Dody warga Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan yang tinggal di Kampung Babakan, Desa Karangtengah. Jenazah dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Sumatera Selatan.
Kereta Pangrango Alami Keterlambatan
PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan KA Pangrango atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat insiden temperan dengan sebuah truk boks di perlintasan sebidang resmi tidak terjaga JPL 36 KM 43+200/300, petak jalan Cisaat–Cibadak. Pihak KAI menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat pukul 15.25 WIB.
Insiden tersebut melibatkan KA Pangrango dengan nomor A 227A relasi Sukabumi–Bogor, dengan sebuah kendaraan truk boks yang berada di perlintasan saat kereta melintas. Setelah kejadian, petugas KAI segera melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan pengamanan perjalanan kereta api dan pemeriksaan terhadap sarana serta kondisi jalur sebelum kereta diizinkan melanjutkan perjalanan.
Dari hasil pemeriksaan awal, insiden mengakibatkan kerusakan pada lampu semboyan lokomotif. Selain itu, posisi kendaraan sempat berada di area jalur kereta api sehingga memerlukan proses pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah seluruh prosedur keselamatan dilaksanakan dan dinyatakan aman, KA Pangrango kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.33 WIB. Kereta tiba di Stasiun Cibadak pukul 15.40 WIB dan setelah proses administrasi serta pemeriksaan teknis selesai, kembali diberangkatkan pada pukul 15.47 WIB dengan keterlambatan sekitar 24 menit.






