Beranda / Peristiwa / Tragis, Tukang Sayur Tewas Tertabrak Kereta di Perlintasan Liar Parungkuda Sukabumi

Tragis, Tukang Sayur Tewas Tertabrak Kereta di Perlintasan Liar Parungkuda Sukabumi

☕ Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Sebuah insiden tragis dilaporkan terjadi di jalur perlintasan rel kereta api yang berada di samping Perumahan BMI RT 001/007, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Seorang pria paruh baya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sayur tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) Pangrango Relasi Sukabumi-Bogor Paledang pada Minggu (14/6/2026) sore sekira pukul 16.11 WIB.

Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia di lokasi kejadian diidentifikasi bernama Asep Yusup (49 tahun). Korban diketahui merupakan warga Kampung Babakan Pendeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda.

AKP Erman membeberkan bahwa kronologi kejadian memilukan tersebut bermula ketika korban sedang melakukan aktivitas rutinnya dengan berjalan kaki menjajakan sayuran di sekitar lokasi kejadian. Jalur rel kereta api di samping kompleks perumahan tersebut memang kerap dilintasi oleh warga setempat.

Baca Juga :  Punya Gangguan Pendengaran, Kronologi Tukang Sayur di Parungkuda Tewas Tersambar KA Pangrango

“Saat hendak melewati tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga sama sekali tidak menyadari adanya kedatangan Kereta Api Pangrango yang tengah melaju kencang dari arah Relasi Sukabumi menuju Bogor Paledang. Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan sehingga korban tertabrak,” ujar AKP Erman saat memberikan keterangan resmi.

Kerasnya hantaman dari ular besi tersebut mengakibatkan nyawa korban tidak dapat tertolong. Korban dilaporkan langsung mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.

Petugas kepolisian bersama warga sekitar yang berada di lokasi langsung bergerak cepat untuk mengamankan area rel. Tak berselang lama, jasad korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak guna penanganan medis lanjutan serta menunggu pihak keluarga menjemput jenazah.

Baca Juga :  Bayi Laki-laki Ditemukan Terbungkus Kresek di Kebun Parungkuda Sukabumi, Polisi Selidiki

Berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan sementara dari pihak kepolisian, kecelakaan maut ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelalaian serta kurangnya ketidakhati-hatian korban. Korban ditengarai kurang waspada dan tidak menengok ke kanan atau kiri saat hendak menyeberangi perlintasan kereta api.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga memberikan catatan serius mengenai kondisi infrastruktur keselamatan di sekitar lokasi kejadian. AKP Erman mengungkapkan bahwa titik perlintasan kereta api di samping Perumahan BMI tersebut statusnya merupakan perlintasan liar yang tidak memiliki penjaga resmi serta tidak dilengkapi fasilitas palang pintu otomatis.

Baca Juga :  Tak Terima Dituduh Curi HP, Pengamen di Sukabumi Sayat Leher Teman Pakai Cutter

Selain tidak adanya palang pintu pembatas, faktor geografis dan tata ruang di area tersebut juga turut memperparah tingkat risiko kecelakaan. Jarak pandang atau visibilitas para pengguna jalan di sekitar lokasi terbilang sangat terbatas lantaran terhalang oleh bangunan perumahan serta rimbunnya vegetasi tanaman di sisi kanan dan kiri rel. Kondisi ini membuat para pejalan kaki maupun pengendara kesulitan memantau kedatangan kereta api dari jarak jauh.

Atas adanya kejadian ini, Polsek Parungkuda mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ekstra waspada dan selalu memastikan situasi benar-benar aman sebelum melintasi jalur rel kereta api, terutama di titik-titik perlintasan sebidang yang tidak berpalang pintu.

☕ Traktir Kopi
Tag: