JUBIRTVNEWS.COM – Kecamatan Cibitung bukan sekadar wilayah administratif di selatan Kabupaten Sukabumi. Di balik hamparan wilayah seluas 8.679,96 hektare, tersimpan kekayaan potensi alam dan ekonomi yang menjadikannya sebagai salah satu kawasan strategis di pesisir selatan.
Berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian selatan, Cibitung memiliki lanskap lengkap mulai dari lahan pertanian, perkebunan rakyat dan perusahaan, kawasan hutan, hingga pemukiman. Wilayah ini juga dihuni oleh sekitar 29 ribu jiwa yang tersebar di enam desa, yakni Desa Cibitung, Cibodas, Cidahu, Telaga Murni, Banyuwangi, dan Banyumurni.
Nama Cibitung semakin dikenal berkat keindahan alamnya. Selain Curug Cikaso yang sudah populer, terdapat banyak destinasi lain yang tak kalah memikat dan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan.
Mulai dari Leuwi Kokok, Muara Cikaso, Muara Karangbolong, hingga Laut Cikawung yang menawarkan panorama khas pesisir selatan. Belum lagi keindahan dari ketinggian seperti Puncak Pantun dan Puncak Kekebet, serta kawasan hijau Hutan Lindung Gunungbatu dan Curug Taman yang masih alami.
Keindahan ini menjadikan Cibitung bukan hanya tempat singgah, tetapi berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan baru di Sukabumi selatan.
Tak hanya mengandalkan wisata, Cibitung juga memiliki kekuatan di sektor perikanan. Budidaya ikan sidat di Sungai Cikaso menjadi salah satu potensi unggulan yang telah menembus pasar internasional.
Komoditas bernilai tinggi ini menjadi bukti bahwa potensi lokal Cibitung mampu bersaing di tingkat global, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Di sektor industri kecil menengah (IKM), Cibitung juga menyimpan kekayaan produk lokal yang khas. Mulai dari kerajinan anyaman daun pandan yang diolah menjadi tikar, tas, dan topi, hingga anyaman bambu yang memiliki nilai seni tinggi.
Sementara di bidang kuliner, masyarakat Cibitung dikenal dengan produk tradisional seperti opak ketan, noga suuk, dan noga kelapa yang memiliki cita rasa khas dan berpotensi menjadi oleh-oleh unggulan.
Camat Cibitung, Hodan Firmansyah, menilai potensi tersebut masih bisa terus dikembangkan, terutama dengan dukungan pemasaran yang lebih luas.
“Semua potensi ini bisa lebih dikembangkan. Apalagi saat ini sudah ada gedung IKM di Surade yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk lokal,” ujarnya.
Pemerintah kecamatan terus mendorong pelaku UMKM agar lebih aktif dalam produksi dan pemasaran. Sosialisasi pun telah dilakukan, termasuk menjalin sinergi dengan pengelola gedung IKM Surade.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Cibitung.
“Insyaallah dengan adanya fasilitas tersebut, produk lokal Cibitung bisa semakin dikenal dan berkembang,” tambahnya.






