Beranda / Politik / Heri Gunawan Sebut Janji Politik Muluk-muluk Berdampak Menurunnya Partisipasi Pemilih

Heri Gunawan Sebut Janji Politik Muluk-muluk Berdampak Menurunnya Partisipasi Pemilih

JUBIRTVNEWS.COM – Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan bersama KPU menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Komisioner KPU Kota Sukabumi, Imam Sutrisno dan Seni Soniasih, perwakilan masyarakat, serta Heri Gunawan yang turut memberikan pemaparan kepada peserta sosialisasi.

Dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan juga menyinggung fenomena janji politik yang kerap disampaikan calon legislatif saat masa kampanye. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya sikap apatis masyarakat terhadap dunia politik.

Baca Juga :  Dampingi Heri Gunawan, Asep Rizwan: Sosialisasi ATR/BPN Bikin Warga Sukabumi Melek Urusan Tanah

Heri mengatakan, tidak sedikit calon anggota dewan yang menyampaikan janji-janji kepada masyarakat tanpa memahami kewenangan dan posisi komisi tempat mereka nantinya bertugas di DPR maupun DPRD.

“Terkadang pada saat mencalonkan diri menjadi dewan di berbagai tingkatan, mereka bicaranya aneh-aneh, janjinya muluk-muluk. ‘Kalau milih saya jalan lecir’, ‘kalau milih gua lapangan pekerjaan kita buka’ bicara seperti itu. Pada saat terpilih menjadi dewan, dia ditempatkan di komisi yang berbeda. Dia bicara infrastruktur ditempatkan di komisi agama, mana mungkin infrastruktur itu bisa diraih, orang dia ditempatkan di komisi agama,” kata Heri.

Heri Gunawan
Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan bersama KPU menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di Kantor Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/5/2026). | Foto: Ans

Menurutnya, janji politik yang tidak terealisasi akhirnya memunculkan ketidakpercayaan publik terhadap partisipasi pemilihan umum. Ia menyebut masyarakat kerap merasa hanya dibutuhkan saat pemilu berlangsung.

Baca Juga :  Mutasi Pejabat Pemkot Sukabumi, Ayep Zaki Tekankan Soal Percepatan Kinerja

“Efeknya apa, masyarakat yang tadi disampaikan jalannya mau diperbaiki, masjidnya mau diperbaiki dan lain sebagainya janjinya muluk-muluk, tidak dilakukan, akhirnya masyarakat bicara ‘ah bohong’, ‘itu ngadodorong mobil butut, sudah jadi mah dadah’. Efeknya semakin hari partisipasi pemilih itu semakin berkurang,” ujarnya.

Heri mengingatkan, apabila sikap apatis terhadap politik terus dibiarkan, maka masyarakat akan semakin tidak peduli terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, ia menilai peran KPU sangat penting dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas dan aktif menggunakan hak suara.

Baca Juga :  Ojek Tertabrak Mobil di Cicurug Sukabumi, Penumpang Meninggal di Lokasi

“Kalau ini kita biarkan semakin hari-semakin hari, kita akan semakin apatis, kita akan semakin tidak peduli. Untuk itulah KPU hadir, akan memberikan pengetahuan kepada bapak dan ibu, ‘bapak dan ibu kita ini hidup bernegara’, ‘bapak dan ibu Mekarsari ini bukan negara bagian’, ‘bapak dan ibu Sukabumi ini bukan negara sendiri, kita ini Negara Kesatuan Republik Indonesia’,” tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap peduli terhadap demokrasi dengan datang ke TPS dan menggunakan hak pilih pada setiap pemilu.

Tag:

Pos-pos Terbaru