Beranda / Daerah / Butuh Rp1,9 Miliar per Km, Dinas PU Sukabumi Petakan Rekonstruksi Jalan Rusak di Sukatani Surade

Butuh Rp1,9 Miliar per Km, Dinas PU Sukabumi Petakan Rekonstruksi Jalan Rusak di Sukatani Surade

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Keluhan warga soal jalan rusak di Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mulai ditindaklanjuti. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mempertemukan perwakilan warga dengan pemerintah daerah dalam forum terbuka di Aula Desa Sukatani, Rabu (29/4/2026).

Pertemuan ini digelar setelah aksi warga pada Senin lalu yang menuntut perbaikan jalan. Hadir dalam forum tersebut unsur Forkopimcam, BPD, pengurus PKPP, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus.

Baca Juga :  Babad Rumput di Ruas Cicurug–Cidahu, Dinas PU Sukabumi Lanjutkan Pemeliharaan Rutin

Dalam dialog, warga menyampaikan kondisi jalan yang rusaknya sudah cukup parah dan berdampak langsung pada aktivitas harian, mulai dari mobilitas hingga distribusi hasil ekonomi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PU langsung turun ke lapangan bersama jajaran untuk mengecek titik-titik yang dikeluhkan. Dari hasil peninjauan, sebagian ruas jalan dinilai sudah masuk kategori rusak berat.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Dorong PT Indolakto Jadi Contoh Perusahaan Taat Perizinan

“Kalau kerusakan sudah di atas 60 persen, itu harus rekonstruksi. Per kilometernya bisa mencapai sekitar Rp1,9 miliar,” kata Uus.

Ia menjelaskan, besarnya kebutuhan anggaran membuat perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus. Pemerintah daerah harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.

“Penanganan pasti diupayakan, tapi bertahap. Kita lihat juga peluang di perubahan anggaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Sektor Pertanian, Dinas PU Sukabumi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Citepus

Soal ruas jalan yang akan didahulukan, pemerintah belum memastikan. Penentuan prioritas masih menunggu ketersediaan anggaran.

Di sisi lain, warga berharap ada langkah nyata dalam waktu dekat. Mereka menilai kondisi jalan saat ini sudah terlalu lama dibiarkan dan terus menghambat aktivitas masyarakat.

Traktir Kopi
Tag: