Beranda / Pemerintahan / Dinas PU Sukabumi Percepat Penanganan Titik Longsor di Parungkuda hingga Kabandungan

Dinas PU Sukabumi Percepat Penanganan Titik Longsor di Parungkuda hingga Kabandungan

JUBIRTVNEEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan di sejumlah titik rawan longsor yang tersebar di beberapa kecamatan. Perbaikan infrastruktur tersebut diprioritaskan guna mencegah gangguan akses transportasi warga serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyampaikan bahwa wilayah Parungkuda, Bojonggenteng, dan Kabandungan menjadi fokus utama penanganan. Beberapa titik yang mengalami longsor berada di perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Bojonggenteng, tepatnya di ruas Babakanjaya–Bojonglongok.

Baca Juga :  DPMD Kabupaten Sukabumi Gaet Patriot Desa, Dorong Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Selain itu, titik rawan longsor juga ditemukan di wilayah Sukatani, Kecamatan Bojonggenteng, serta kawasan Cianten, Kecamatan Kabandungan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

“Di Sukatani sisi kanan dan di Cianten, Kabandungan, terdapat titik longsor yang perlu penanganan segera. Kami juga mencatat longsoran di jalur alternatif Tenjo Ayu–Purwasari pada STA 1+100 yang diduga dipicu oleh getaran saat pekerjaan sebelumnya,” ujar Uus.

Baca Juga :  DKUKM Sukabumi Ikuti Forum Koperasi dan UMKM se-Jabar, Dorong Sinergi dan Transformasi Digital

Ia menjelaskan, untuk penanganan jangka panjang, sebagian ruas jalan yang terdampak telah dimasukkan dalam rencana pembangunan infrastruktur tahun 2026. Sementara titik lainnya akan diusulkan agar dapat direalisasikan pada 2027 melalui koordinasi lintas instansi.

“Beberapa ruas insyaallah sudah direncanakan untuk 2026. Sisanya akan terus kami perjuangkan agar bisa terealisasi pada 2027,” tambahnya.

Dinas PU juga memastikan metode perbaikan akan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan, terutama terkait sistem drainase. Jika drainase dinilai kurang baik, penanganan akan dilakukan melalui betonisasi. Namun apabila drainase masih memadai, perbaikan cukup dengan pengaspalan.

Baca Juga :  Perkuat Program Sosial dan Gizi Anak, Bupati Sukabumi Resmikan Sekretariat Juken dan Luncurkan Dapur SPPG

Salah satu titik longsor bahkan telah memiliki Detail Engineering Design (DED) sehingga dapat segera dikerjakan sesuai rekomendasi teknis. Pemerintah daerah berharap langkah percepatan ini mampu menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!