JUBIRTVNEWS.COM – Rasa lemas dan kurang bertenaga di siang hari saat menjalani ibadah puasa menjadi keluhan yang cukup sering dirasakan banyak orang. Meski tidak makan dan minum selama belasan jam merupakan hal wajar saat Ramadan, kondisi tubuh yang terasa sangat lemah hingga mengganggu aktivitas bisa jadi dipengaruhi oleh pola makan dan kebiasaan yang kurang tepat.
Lemas saat puasa umumnya dipicu oleh menurunnya kadar gula darah dalam tubuh. Namun, selain faktor tersebut, ada sejumlah penyebab lain yang kerap tidak disadari.
Pola Sahur yang Kurang Tepat
Salah satu penyebab utama tubuh terasa lemas adalah menu sahur yang tidak seimbang. Banyak orang memilih makanan tinggi karbohidrat sederhana seperti nasi putih dalam porsi besar, mie instan, atau makanan manis berlebihan. Padahal, jenis makanan ini cepat meningkatkan gula darah tetapi juga cepat menurunkannya kembali.
Akibatnya, energi memang terasa penuh di pagi hari, tetapi menurun drastis menjelang siang.
Agar energi bertahan lebih lama, menu sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum, yang dikombinasikan dengan protein (telur, ayam, tempe, tahu) serta sayur dan buah sebagai sumber serat.
Kurang Cairan
Dehidrasi ringan juga menjadi faktor yang sering memicu rasa lemas. Saat tubuh kekurangan cairan, suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh menjadi kurang optimal.
Tanda-tandanya antara lain:
- Mulut kering
- Pusing ringan
- Sulit konsentrasi
- Tubuh terasa lunglai
Untuk mencegahnya, dianjurkan menerapkan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Kurang Tidur
Perubahan pola tidur selama Ramadan turut berpengaruh terhadap stamina. Waktu tidur yang lebih singkat karena harus bangun sahur atau menjalankan ibadah malam dapat menyebabkan tubuh kurang istirahat.
Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat metabolisme, serta membuat tubuh terasa lebih cepat lelah. Karena itu, penting mengatur waktu tidur minimal 6–7 jam per hari, baik dengan tidur lebih awal maupun menambah waktu istirahat singkat di siang hari.
Konsumsi Makanan dan Minuman Manis Berlebihan
Takjil manis memang menggoda, tetapi konsumsi gula berlebihan saat berbuka dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan cepat. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas keesokan harinya.
Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah wajar tetap diperbolehkan, namun sebaiknya tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan makanan bergizi.
Aktivitas Terlalu Berat
Memaksakan aktivitas fisik berat tanpa pengaturan energi yang baik juga bisa membuat tubuh kehabisan tenaga lebih cepat. Jika ingin tetap berolahraga, waktu terbaik biasanya menjelang berbuka atau setelah salat tarawih dengan intensitas ringan hingga sedang.
Kenali Batas Tubuh
Meski lemas saat puasa tergolong normal, kondisi seperti pusing berat, jantung berdebar, hingga hampir pingsan tidak boleh diabaikan. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada kondisi medis tertentu seperti anemia atau gangguan gula darah.
Puasa sejatinya tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pola hidup yang lebih sehat. Dengan pengaturan menu, waktu istirahat, serta asupan cairan yang cukup, tubuh tetap bisa bertenaga menjalani aktivitas hingga waktu berbuka tiba.
Sumber: Berbagai Sumber










