Beranda / Peristiwa / Total 31 Orang Diduga Keracunan MBG di Simpenan, Berikut Kondisi Terkini Para Korban

Total 31 Orang Diduga Keracunan MBG di Simpenan, Berikut Kondisi Terkini Para Korban

JUBIRTVNEWS.COM – Jumlah korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang awalnya dilaporkan menimpa dua pelajar dan dua guru, berkembang menjadi total 31 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang yang sempat dirujuk ke rumah sakit kini telah dipulangkan setelah menjalani perawatan dan dinyatakan dalam kondisi stabil.

Berdasarkan data rekap Puskesmas Simpenan, dari total 31 korban dugaan keracunan MBG tersebut, sebanyak 25 orang merupakan pelajar, lima orang guru, dan satu orang wali murid.

Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, mengatakan puluhan korban mengalami gejala serupa, seperti mual, muntah, pusing, hingga diare, beberapa jam setelah mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan pada Rabu (28/1/2026).

“Dari 31 orang yang mengalami sakit, enam orang dirujuk ke rumah sakit. Namun hari ini seluruh pasien sudah kembali pulang,” ujar Ade Setiawan, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga :  Kondisi Terkini Ruas Jalan Bagbagan-Kiaradua Sukabumi Sepekan Pasca Longsor

Ia menjelaskan, sebagian besar korban lainnya ditangani di puskesmas dan diperbolehkan pulang lebih awal karena kondisi klinisnya stabil.

Meski penanganan medis terhadap para korban telah selesai, operasional dapur penyedia MBG di Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Anugerah Ratu Alam 1, Desa Loji, masih dihentikan sementara. Penutupan dilakukan sejak Kamis (29/1/2026) atas perintah Badan Gizi Nasional (BGN) guna kepentingan investigasi.

Kepala SPPG Loji, Letda KC. Anwar Syapei, menjelaskan penutupan dapur dilakukan guna kepentingan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Selama proses tersebut, dapur disterilkan dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas produksi.

Baca Juga :  Update Kasus Perusakan Rumah Singgah Cidahu Sukabumi: 8 Tersangka Ditahan Polisi

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Untuk sementara, kami melakukan evaluasi internal sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pusat,” ungkap Anwar.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah mengambil sampel sisa makanan MBG berupa nasi, lauk pauk, dan sayuran untuk diuji di laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menjelaskan kasus ini pertama kali terungkap setelah empat orang mengalami gejala keracunan dan harus dirawat di Puskesmas Simpenan. Seiring waktu, jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan terus bertambah.

“Enam orang harus dirujuk ke rumah sakit, sementara lainnya ditangani di puskesmas. Saat ini seluruh pasien rujukan sudah dipulangkan,” kata Masykur, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan bahwa dalam situasi tersebut, keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Seluruh fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kejadian diinstruksikan untuk siaga memberikan penanganan cepat.

Baca Juga :  Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Prakiraan Cuaca Jabar 30 Januari 2026

“Saya sudah menginstruksikan rumah sakit dan puskesmas di sekitarnya untuk sigap menangani kasus seperti ini,” tegasnya.

Kasus dugaan keracunan MBG ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video berdurasi 57 detik viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan paket MBG berisi nasi, sayur, nugget, tahu, dan jeruk. Namun, kondisi tahu terlihat ditumbuhi jamur, sementara buah jeruk tampak lembek dan membusuk.

Warga pun mendesak agar pihak berwenang segera melakukan audit menyeluruh terhadap proses pengadaan MBG, mulai dari dapur hingga pendistribusian, guna memastikan makanan yang diterima siswa aman dan layak konsumsi.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!