Beranda / Lifestyle / Mengenal Es Gabus: Jajanan Tradisional yang Aman dan Terbuat dari Bahan Sederhana

Mengenal Es Gabus: Jajanan Tradisional yang Aman dan Terbuat dari Bahan Sederhana

JUBIRTVNEWS.COM – Baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh viralnya tudingan penjual es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang diduga menggunakan bahan spons sebagai campuran dagangannya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian terhadap sampel es gabus, hasilnya memastikan bahwa jajanan tersebut aman, layak konsumsi, dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti spons atau Polyurethane Foam (PU Foam).

Kasus ini memicu rasa penasaran publik: sebenarnya es gabus terbuat dari apa dan bagaimana proses pembuatannya?

Apa Itu Es Gabus?

Es gabus adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang populer sejak puluhan tahun lalu, terutama di kalangan anak-anak. Meski namanya “gabus”, jajanan ini tidak mengandung gabus sama sekali. Penamaan tersebut merujuk pada teksturnya yang ringan, kenyal, dan berpori, mirip dengan bahan gabus.

Baca Juga :  Menata Ulang Gaya Hidup di 2026, Ini 4 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dicoba

Es gabus biasanya dijual dalam bentuk potongan memanjang berwarna cerah seperti merah muda, hijau, atau cokelat, dan disajikan dalam kondisi beku.

Bahan Dasar Es Gabus

Berdasarkan praktik umum dan literatur kuliner tradisional, es gabus dibuat dari bahan pangan sederhana dan aman, antara lain:

  • Tepung hunkwe (pati kacang hijau)
  • Tepung tapioka (pati singkong)
  • Gula pasir
  • Santan atau susu
  • Air
  • Pewarna makanan yang diizinkan BPOM
  • Perisa makanan (vanila, cokelat, atau buah)

Tepung hunkwe dan tapioka memiliki sifat membentuk gel kenyal dan berongga saat dimasak dan didinginkan, sehingga menghasilkan tekstur khas es gabus yang sering disalahartikan sebagai bahan non-pangan.

Proses Pembuatan Es Gabus

Secara umum, proses pembuatan es gabus dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Mencampur tepung hunkwe, tapioka, gula, santan, dan air
  • Memasak adonan sambil diaduk hingga mengental dan matang
  • Menambahkan pewarna serta perisa makanan
  • Menuangkan adonan ke dalam loyang dan membiarkannya dingin
  • Memotong adonan sesuai ukuran
  • Membekukannya dalam freezer
Baca Juga :  Tragedi Raya, Balita Sukabumi yang Meninggal usai Tubuh Dipenuhi Cacing Gelang

Proses inilah yang membuat es gabus memiliki struktur padat namun ringan, tanpa perlu tambahan bahan berbahaya apa pun.

Mengapa Es Gabus Sering Disalahpahami?

Secara ilmiah, tekstur berpori pada es gabus berasal dari proses gelatinisasi pati. Ketika pati dipanaskan dengan air, granula pati akan mengembang dan membentuk struktur gel. Saat dibekukan, struktur ini menghasilkan tampilan berongga yang kerap disalahartikan sebagai spons.

Ahli pangan menegaskan bahwa tekstur menyerupai gabus tidak selalu menandakan bahan berbahaya, melainkan bisa menjadi karakter alami dari olahan pati.

Baca Juga :  Kendalikan Emosi, Tingkatkan Kualitas Hidup: 5 Langkah Menjadi Lebih Dewasa Secara Emosional

Keamanan Pangan Es Gabus

Selama menggunakan:

Bahan pangan yang sesuai standar,

Pewarna makanan yang terdaftar BPOM,

Proses produksi higienis,

maka es gabus aman untuk dikonsumsi. Hasil pemeriksaan aparat dalam kasus Kemayoran pun memperkuat fakta tersebut.

Edukasi Konsumen Penting

Kasus viral ini menjadi pengingat pentingnya literasi pangan di tengah masyarakat. Tidak semua tampilan makanan yang tidak biasa berarti berbahaya. Klarifikasi berbasis data dan pemeriksaan laboratorium tetap menjadi rujukan utama sebelum menyimpulkan suatu produk pangan.

Es gabus adalah jajanan tradisional berbahan dasar pati, bukan spons atau bahan kimia berbahaya. Tekstur uniknya merupakan hasil proses alami pengolahan tepung dan pembekuan. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapi isu viral, khususnya yang berkaitan dengan keamanan pangan.

Sumber: Berbagai Sumber

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!