Beranda / Peristiwa / Hanyut dari Sawarna Banten, Jasad Pemuda Jakarta Ditemukan di Laut Ciracap Sukabumi

Hanyut dari Sawarna Banten, Jasad Pemuda Jakarta Ditemukan di Laut Ciracap Sukabumi

Traktir Kopi

JUBIRTVNEWS.COM – Sesosok mayat pria ditemukan mengambang di perairan Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026).

Setelah diidentifikasi, jasad tersebut merupakan wisatawan asal Jakarta yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Sawarna, Lebak, Banten, beberapa hari lalu.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang beraktivitas di pesisir pantai. Posisi mayat tampak mengambang dan terbawa arus laut dari arah selatan menuju utara, tepat di area sandar perahu nelayan.

Baca Juga :  Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Siang Hari, Prakiraan Cuaca Jabar 16 Juni 2026

Balawista Pantai Cibuaya, Ade, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menjelaskan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya bersama unsur terkait dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Begitu ada laporan dari warga yang melihat mayat mengambang, kami langsung berkoordinasi dan melakukan evakuasi menggunakan perahu,” kata Ade.

Baca Juga :  Akses Jalan Rusak Renggut Nyawa Bayi, Ibu Pascamelahirkan Terpaksa Ditandu Warga di Jampangtengah

Jenazah kemudian berhasil dievakuasi ke daratan dan selanjutnya dibawa ke RSUD Jampangkulon guna menjalani proses identifikasi oleh pihak berwenang.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (20), warga Cipinang Asem, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

Korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah terseret ombak di Pantai Goa Langir, Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Selama tiga hari terakhir, korban menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan di wilayah perairan Banten.

Baca Juga :  DPRD Sukabumi Ingatkan Pemkab, Tambahan Anggaran di Perubahan APBD 2026 Harus untuk Program yang Memang Prioritas

Penemuan jasad yang hanyut lintas provinsi ini menjadi pengingat akan bahaya arus laut selatan. Petugas mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan rambu-rambu larangan berenang di kawasan pantai yang rawan.

Traktir Kopi
Tag:

Pos-pos Terbaru