JUBIRTVNEWS.COM – Sebuah unggahan foto bernarasikan kebakaran hebat yang beredar di media sosial Facebook sempat mengecoh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, informasi tersebut dipastikan hoaks karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya peristiwa kebakaran rumah di pertigaan Jalan Waluran, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, pada Kamis (8/1/2025). Namun, saat petugas tiba di lokasi yang dimaksud, tidak ditemukan peristiwa kebakaran sebagaimana narasi dan visual dalam foto yang beredar.
Komandan Pos (Danpos) Damkar Jampangkulon, Lelan, mengatakan pihaknya menerima laporan pertama sekitar pukul 13.00 WIB dari seorang warga bernama Iqbal. Pelapor menyampaikan adanya kebakaran di wilayah Waluran dan turut memberikan nomor kontak yang diklaim sebagai pihak korban di lokasi kejadian.
“Sekitar jam satu siang kami menerima laporan dari saudara Iqbal yang menyampaikan adanya kebakaran di Waluran. Ia juga memberikan nomor yang katanya milik korban kebakaran,” ujar Lelan saat dikonfirmasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Damkar Jampangkulon langsung bergerak menuju lokasi. Namun, setibanya di tempat kejadian, petugas tidak menemukan tanda-tanda kebakaran seperti yang ditampilkan dalam foto di media sosial.
Petugas kemudian mencoba menghubungi nomor yang diberikan oleh pelapor, namun nomor tersebut tidak aktif.
“Saat di lokasi kami lakukan pengecekan, tidak ada kebakaran. Nomor yang diberikan juga tidak bisa dihubungi, sehingga laporan tersebut tidak jelas sumbernya,” kata Lelan.
Lelan menegaskan bahwa foto kebakaran rumah yang beredar dipastikan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Ia mengonfirmasi bahwa memang sempat terjadi peristiwa kebakaran di wilayah Waluran, namun dengan skala yang jauh lebih kecil dan berada di lokasi berbeda.
“Memang ada kejadian kebakaran rumah, tetapi lokasinya di Kampung Giri Asih, Desa Waluran Mandiri. Api tidak sebesar yang ada dalam foto dan bukan kejadian yang sama,” jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak Damkar Jampangkulon menyayangkan beredarnya informasi yang tidak akurat di media sosial. Menurut Lelan, unggahan semacam ini berpotensi mengganggu mobilisasi petugas dan dapat menghambat penanganan kejadian darurat yang sebenarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak serta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Hingga berita ini ditayangkan, unggahan foto kebakaran rumah tersebut telah dihapus atau tidak lagi ditemukan di media sosial.










