CORONGSUKABUMI.com – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025), memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Dalam waktu singkat, banjir, longsor, pohon tumbang hingga kerusakan bangunan terjadi hampir bersamaan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabaruddin, serta Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Banjir Limpasan Meluas di Kota Sukabumi
Banjir mulai muncul sekitar pukul 14.00 WIB. Jalan Selabintana menjadi sorotan karena air mengalir deras layaknya sungai menuju Jalan Siliwangi dan Surya Kencana. Joseph menyebut kondisi ini dipicu intensitas hujan tinggi yang tidak terimbangi oleh sistem drainase.
Luapan air juga terjadi di berbagai kelurahan. Di Cikole, genangan memasuki rumah warga di RT 02 RW 05, RW 07, serta RT 07 RW 04 Benteng. Perum Pesona Gardenia Asri I Subangjaya pun terdampak sehingga warga mengevakuasi barang berharga.
Pesantren Al-Amannah di Dayeuhluhur, Warudoyong, terendam, sementara akses Jalan Lio Santa Gedong Panjang sempat lumpuh. Di Jl Bhayangkara Gg H Kholil Selabatu, banjir merendam 11 rumah. Banjir lain muncul di Kuta Lebak Sriwidari yang menenggelamkan dua rumah, Sukamaju Baros, SMK PASIM Cikole, dan RT 04 RW 04 Nanggeleng.
Tiga Titik Longsor di Kota
Longsor terjadi di RW 18 Cisarua dengan material tanah sepanjang sekitar 20 meter menutup sebagian jalan. Di Perum Taman Asri Subangjaya, tebing setinggi tiga meter runtuh, sementara longsoran di Jalan Aminta Azmali Sriwidari menutup akses hingga warga melakukan pembersihan awal sembari menunggu BPBD.
Pohon Tumbang Ganggu Listrik dan Rusak Bangunan
Di Warudoyong, pohon alpukat besar tumbang dan menimpa jaringan listrik.
“PLN bersama BPBD langsung melakukan pemotongan dan pembersihan lokasi,” ujar Joseph.
Angin kencang juga merusak bangunan. Atap dapur rumah Siti Jubaedah di Jalan Nangela Baros ambruk. Dinding belakang rumah warga Subangjaya jebol berukuran 6 x 3 meter, dan empat rumah di Kampung Tegal Pari Gunungpuyuh mengalami kerusakan atap.
“Warga memasang penutup sementara sambil menunggu bantuan tambahan,” tutur Joseph.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa. “Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk kerugian materi masih kami hitung karena sebaran kejadiannya cukup banyak,” jelasnya.
Tim gabungan dari BPBD, DPUTR, PLN, TNI/Polri, PMI, relawan, dan masyarakat masih melakukan pembersihan, pengecekan, serta pendataan lanjutan. Banjir mulai surut sekitar pukul 20.11 WIB, dan kebutuhan mendesak adalah terpal untuk warga yang atap rumahnya rusak.
Bencana Serupa di Kabupaten Sukabumi
Di Kabupaten Sukabumi, banjir merendam rumah warga bernama Ida Raidaryati di Kampung Selaawi Kulon RT 15 RW 04 Desa Warnasari sekitar pukul 14.30 WIB.
Hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan tumbangnya satu pohon dan satu tiang listrik di Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, sekitar pukul 15.30 WIB.
“Arus lalu lintas sempat tersendat. Petugas PLN segera mengevakuasi tiang, dan pada pukul 16.00 WIB jalur kembali normal. Tidak ada korban luka maupun jiwa,” ujar Daeng Sutisna.
Empat Lokasi Longsor di Kabupaten Sukabumi
BPBD mencatat empat titik longsor:
Kecamatan Sukabumi: Longsor pukul 14.30 WIB di Desa Warnasari mengancam tiga rumah dan menutup jalan lingkungan serta saluran air menuju BBPBAT.
Kecamatan Bantargadung: Longsor pukul 16.00 WIB menutup jalan desa penghubung Kampung Gelarsari–Citungge sepanjang enam meter.
Kecamatan Kadudampit: Longsor rumpun bambu pukul 17.25 WIB menutup Jalan Kabupaten menuju Pasir Datar.
Kecamatan Cikembar: Longsor TPT rumah warga pukul 15.30 WIB.
Daeng menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat desa, TNI/Polri, dan relawan.
“Warga sudah mulai gotong royong membersihkan lumpur. Kami menghimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan mendesak warga adalah bantuan pangan dan sandang.








