JUBIRTVNEWS.COM – Malam pergantian tahun di pusat Kota Sukabumi yang seharusnya meriah berubah menjadi mencekam. Empat pemuda dilarikan ke IGD RSUD R. Syamsudin SH (Bunut) setelah menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, pada Kamis (1/1/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 100 meter dari Balai Kota Sukabumi. Para korban mengaku tidak mengenal pelaku dan diserang secara acak saat sedang melintas maupun bersantai di lokasi tersebut.
Kondisi Korban: Dua Rawat Jalan, Dua Luka Serius
Humas RSUD R. Syamsudin SH, Irfan Nugraha, mengonfirmasi bahwa pihaknya menangani empat korban laki-laki berusia antara 17 hingga 27 tahun.
“Keempatnya ini ada dua kelompok kalau saya kelompokkan. Ada kelompok yang ringan artinya boleh pulang dan ada beberapa kelompok yang lukanya cukup serius dan perlu perawatan lebih lanjut,” ujar Irfan kepada awak media, Jumat (2/1/2025).
Dari keterangan para korban, kronologi kejadian yang dialami relatif serupa. Sebagian korban ada yang sedang berdiam di sekitar lokasi kejadian, sementara lainnya tengah melintas di kawasan tersebut.
Terkait pelaku, Irfan menyebutkan bahwa para korban tidak mengenal orang yang menyerang mereka.
“Orang pelakunya itu mereka tidak mengenali dan sepertinya random, karena tidak kenal,” ucapnya.
Untuk dua korban dengan luka ringan, Irfan menjelaskan bahwa luka berada di beberapa bagian tubuh.
“Luka-lukanya yang boleh pulang itu ada yang perlukaan di daerah pipi dan bahu kiri, terus ada juga di daerah punggung. Itu sudah ditangani di IGD, dijahit, kemudian diberikan obat-obatan yang diperlukan dan boleh pulang,” jelasnya.
Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka yang lebih serius.
“Nah untuk yang dua lagi karena lukanya lebih serius, yang pertama lukanya itu di telapak tangan kanan dan lutut kanan. Itu sedang dirawat saat ini, kemudian yang satu lagi lukanya di jari tengah tangan kiri. Datang ke IGD sudah kondisi hampir putus, kemudian sekarang juga sedang dalam perawatan,” ungkap Irfan.
Terkait risiko amputasi pada korban dengan luka jari parah, pihak rumah sakit masih melakukan observasi.
“Nanti akan dievaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis tulang, dokter ortopedi di ruang operasi. Nanti beliau yang akan menentukan apakah lukanya akan diamputasi atau tidak,” kata Irfan.
Pola Serangan Menggunakan Benda Tajam
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pola luka pada tubuh para korban menunjukkan tepi yang rata, yang mengindikasikan kuat akibat sabetan senjata tajam. Pihak medis juga telah memberikan serum anti-tetanus untuk mencegah infeksi pada luka para korban.
“Kalau dari pola gambaran lukanya itu kan ada tepinya tajam jadi mengindikasikan kekerasan benda tajam. Kalau untuk bendanya apa, karena tidak tertancap di pasien, tidak ada juga yang ingat bendanya apa jadi tidak bisa dipastikan,” ujar Irfan.
Kepolisian Tunggu Laporan Resmi
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, menyatakan bahwa hingga Jumat sore belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian, baik dari korban maupun keluarga.
“Belum ada, belum ada laporan, belum ada laporan ke kita,” ujar Rita di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat sore.
Meski demikian, Rita menegaskan pihak kepolisian siap menindaklanjuti kasus tersebut apabila laporan resmi telah diterima.
“Kalau ada laporan tentu akan kami tindak lanjuti. Nanti akan kami telusuri,” tegasnya.










