Keracunan Makanan, Bocah 9 Tahun di Sagaranten Sukabumi Meninggal

Keracunan Makanan
Keracunan massal di Sagaranten Sukabumi | Foto: Ist

Sagaranten, jubirtvnews.com – Gelombang keracunan makanan melanda Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan 122 warga terdampak, termasuk seorang bocah 9 tahun yang meninggal dunia. Insiden ini terjadi setelah warga menyantap hidangan di sebuah hajatan.

Nasyifa Rahayu, bocah 9 tahun asal Sagaranten, menjadi korban fatal pertama yang meninggal dunia akibat keracunan makanan ini. Dia mengalami kejang-kejang pada pukul 21.30 WIB dan segera dirujuk ke RSUD Sagaranten pada pukul 21.45 WIB. Sayangnya, nyawa Nasyifa tidak terselamatkan dan dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.20 WIB.

Kepala Puskesmas Curugkembar, Tsalits Sulaeman, menjelaskan bahwa Nasyifa awalnya dirawat di Puskesmas Curugkembar sebelum dirujuk ke RSUD Sagaranten.

Baca juga: Puluhan Warga Diduga Alami Keracunan Masal Usai Makan Nasi Box di Sagaranten Sukabumi

“Setelah menyantap hidangan hajatan, korban mengalami gejala keracunan makanan. Sayangnya, kondisi Nasyifa memburuk hingga akhirnya meninggal dunia,” ungkap Tsalits.

Menurut data dari Puskesmas Curugkembar, total pasien yang diduga mengalami keracunan makanan mencapai 46 orang, dengan rincian 9 dewasa laki-laki, 24 dewasa perempuan, 5 anak laki-laki, dan 8 anak perempuan.

Sementara itu, Puskesmas Sagaranten melaporkan bahwa jumlah total warga Sagaranten yang menjadi korban keracunan makanan adalah 76 orang. Dari jumlah tersebut, 61 orang masih dirawat inap di Puskesmas Sagaranten, sedangkan 15 orang dirawat di RSUD Sagaranten.

Pihak berwenang kini tengah menyelidiki sumber ini dan berupaya memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan perawatan yang diperlukan. Insiden ini menjadi peringatan penting akan pentingnya keamanan pangan, terutama dalam acara-acara yang melibatkan banyak orang.

Baca Juga :  Seorang Pria di Ciracap Ditemukan Tergantung di Rumah Anak, Diduga Akibat Depresi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *