Beranda / Peristiwa / Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi: Jalan Jadi Sungai, Rumah Terendam dan Longsor di 7 Titik

Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi: Jalan Jadi Sungai, Rumah Terendam dan Longsor di 7 Titik

JUBIRTVNEWS.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025), memicu serangkaian bencana hidrometeorologi serentak. Insiden yang terjadi sepanjang sore hari meliputi belasan titik banjir, tujuh titik longsor, dan kerusakan bangunan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Meskipun menimbulkan kerugian material yang signifikan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Joseph Sabaruddin, dan Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Di wilayah Kota Sukabumi, banjir limpasan mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Ruas Jalan Selabintana viral di media sosial karena air mengalir deras layaknya ‘sungai’ menuju arah Jalan Siliwangi dan Surya Kencana. Joseph menyebut, limpahan air diduga akibat intensitas hujan tinggi tidak diimbangi sistem drainase yang memadai.

Ia melaporkan luapan banjir limpasan juga terjadi di berbagai kelurahan. Di wilayah Cikole, genangan cukup tinggi melanda RT 02 RW 05 dan RW 07 hingga memasuki rumah warga. Kondisi serupa terjadi di RT 07 RW 04 Benteng serta Perum Pesona Gardenia Asri I Subangjaya, membuat warga terpaksa memindahkan barang-barang berharga.

Di Pesantren Al-Amannah, Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, air merendam area pesantren. Akses Jalan Lio Santa, Gedong Panjang, bahkan sempat lumpuh akibat tertutup banjir. Adapun banjir di Jl Bhayangkara Gg H Kholil, Selabatu, merendam 11 unit rumah.

Baca Juga :  Keracunan Makanan, Bocah 9 Tahun di Sagaranten Sukabumi Meninggal

Banjir juga dilaporkan terjadi di Kuta Lebak Sriwidari yang menenggelamkan dua rumah, di Sukamaju Baros, SMK PASIM Cikole, serta RT 04 RW 04 Nanggeleng. Tim BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak di seluruh titik tersebut.

Tiga Lokasi Dihantam Longsor

Longsor juga terjadi di beberapa wilayah Kota Sukabumi. Di RW 18 Cisarua, material tanah sepanjang sekitar 20 meter menutup sebagian badan jalan. Perum Taman Asri Subangjaya mengalami kejadian serupa, di mana tebing setinggi tiga meter runtuh. Di Jalan Aminta Azmali Sriwidari, longsoran tanah menutup akses jalan. Warga setempat sempat melakukan pembersihan sambil menunggu tim BPBD tiba di lokasi.

Pohon Tumbang Ganggu Aliran Listrik

Di Kecamatan Warudoyong, sebuah pohon besar jenis alpukat tumbang dan menimpa jaringan listrik sehingga aliran sempat terganggu.

“PLN bersama BPBD langsung melakukan pemotongan dan pembersihan lokasi,” ujar Joseph.

Angin kencang juga merusak beberapa bangunan. Atap dapur rumah milik Siti Jubaedah di Jalan Nangela Baros ambruk. Kerusakan lain terjadi pada dinding belakang rumah warga Subangjaya yang jebol dengan ukuran sekitar 6 x 3 meter. Kemudian empat rumah di Kampung Tegal Pari, Gunungpuyuh, mengalami kerusakan pada bagian atap.

Baca Juga :  Penjelasan Dedi Mulyadi soal Anak Nakal di Jabar Bakal Dididik di Barak Militer

“Warga memasang penutup sementara sambil menunggu bantuan tambahan,” tutur Joseph.

Ia kemudian memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. “Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk kerugian materi masih kami hitung karena sebaran kejadiannya cukup banyak,” jelasnya.

Tim gabungan dari BPBD, DPUTR, PLN, TNI/Polri, PMI, kelurahan, kecamatan, relawan Sehati, dan masyarakat masih melakukan pengecekan, penanganan darurat, pembersihan, serta pendataan lanjutan. Banjir dilaporkan mulai surut sekitar pukul 20.11 WIB. Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atap.

Situasi Serupa di Kabupaten Sukabumi

Di wilayah Kabupaten Sukabumi, banjir juga sempat merendam rumah warga bernama Ida Raidaryati di Kampung Selaawi Kulon, RT 15 RW 04, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, sekitar pukul 14.30 WIB.

Hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan satu pohon dan satu tiang listrik tumbang di Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga :  Anies Baswedan Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Cigadung Sukabumi

“Arus lalu lintas sempat tersendat. Petugas PLN segera mengevakuasi tiang, dan pada pukul 16.00 WIB jalur kembali normal. Tidak ada korban luka maupun jiwa,” kata Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Empat Titik Longsor Tutup Akses Jalan dan Rusak TPT

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat empat titik longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan:

  • Kecamatan Sukabumi: Longsor pukul 14.30 WIB di Desa Warnasari yang mengancam tiga rumah dan menutup jalan lingkungan serta saluran air menuju BBPBAT.
  • Kecamatan Bantargadung: Longsor sekitar pukul 16.00 WIB menutup jalan desa penghubung Kampung Gelarsari–Citungge, dengan panjang longsoran sekitar 6 meter.
  • Kecamatan Kadudampit: Longsor rumpun bambu pukul 17.25 WIB menutup Jalan Kabupaten menuju Pasir Datar.
  • Kecamatan Cikembar: Longsor TPT rumah warga pukul 15.30 WIB di Desa Cikembar.

Daeng Sutisna menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat desa, TNI/Polri, dan relawan untuk penanganan serta pendataan lanjutan.

“Warga sudah mulai gotong royong membersihkan lumpur. Kami menghimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan mendesak warga terdampak adalah bantuan pangan dan sandang.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!